Harimau Sumatera di Dolok Surungan – Harimau Sumatera di Dolok Surungan
Suaka Magastwa Dolok Surungan, yang berada di wilayah Kabupaten Toba dan Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, kini semakin tedesak oleh pesatny alih fungsi lahan di sekitarnya. Kawasan konservasi seluas 23.800 hektar ini merupakan habitat penting sekaligus kantong populasi bagi harimau sumatera yang status nya kritis di alam.
Populasi harimau Sumatera Di perkirakan Tinggal 5 Individu
Menurut Alfianto Siregar, Ketua tim humas BBKSDS Sumatera utara,d ari hasil temuan lapangan seperti jejak cakaran, feses, hingga perjumpaan langsung, di perkirakan terdapat 4-5 ekor harimau sumatera yang masih bertahan di Dolok Surungan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pendataan lebih akurat dan pengamatan intensif masih sangat di butuhkan.
Namun,tantangan terbuesar saat ii justru berasal dari luar kawasan. Sekitar SM Dolok Surugnan telah di padati sebagai penggunaan lahan sperti perkebunan sawit, karet, pertanian, hingga pemungkiman, sehingga ruang gerak harimau makin menyempit.
Lanskip Hutan Terfragmentasi, Satwa Kian Tertekan
Alfianto menjelaskan bahwa bentang alam dolok surungan berbentuk seperti huruf K, dengan banyak bagian hutan yang kini terfagmentasi. Di kawasan barat, tutupan hutan telah banyak berubah menjadi perkebunan. Sementara itu hutan parsoburan dan batang toru yangmenjadi bagian jalur jelajah harimau jug amengalami tekanan serupa.
Penyempitan habitat ini membuat harimau terdorong keluar hutan unutk mencari mangsa yang lebih mudah, seperti anjing, akmbing, hingga sapi warga. Jika perilaku ini terus terbentuk, konflik manusai harimau tak dapat dihindari.
Pada 2022 misalnya, seekor harimau muda sempat terlibat konflik setelah menyerang anjing warga yang di bawa masuk ke dalam kawasan hutan lindungi tanpa izin. Upaya mengembalikan satwa tersebut ke DOlok surungan pun gagal karena harimau telah berpindah lebih dalam ke hutan lain.
Edukasi Warga dan pencegahan Konflik Terus Di Gencarkan
Sumut terus mengedukasi masyarakat agar tidak memasang jerat, berburu, atau membawa hewan peliharaan ke dalam kawasan hutan. Aktivitas pertanian di area hutan lindungi juga di larang karena dapat memicu konflik dan mengubah harimau di alam liar.
Baca juga : Magasatwa Rawa Singkil Orangutan Sumatera
Pentingnya Menjaga kantong-kantong Kecil Populasi
Peneliti dari Auriga Nusantara, menegaskan bahwa mempertahankan kualitas habitat adalah kunci kelestarian harimau sumatera, terutama di akntong-kantong kecil seperti dolok surungan. selama haibitat rusak dan mangsa alami berkurang, konflik akan terus terjadi.
Ia juga menyoroti pentingnya manajemen populasi berbasis data ilmiah. Hingga kini, perkiraan jumlah harimau di berbagai lanskap besar maupun kecil belum sepenuhnya didukung basis ilmiah yang kuat, termasuk soal sex ratio (perbandingan jumlah jantan dan betina).
Risiko Pemindahan Harimau ke Lanskap Besar
Menurut Riszki, pemindahan individu dari kantong kecil ke lanskap besar justru berbahaya. Populasi dapat mengalami:
-
Inbreeding (perkawinan sedarah) jika seluruh individu terkonsentrasi di satu lokasi
-
Persaingan pakan karena populasi terlalu padat
-
Konflik baru, ketika harimau yang kalah dominasi keluar dari habitat dan memasuki wilayah manusia
Sebaliknya, ia menyarankan agar pemerintah berani mengembangkan populasi di kantong-kantong kecil dan mengatur pertukaran individu bila diperlukan, dengan perhitungan matang terhadap keseimbangan jenis kelamin.